Pusaka menempati kedudukan istimewa dalam tradisi keraton Jawa — bukan sekadar benda, melainkan penjelmaan tuah, sejarah, dan ikatan spiritual antara penguasa, leluhur, dan rakyat. Setiap pusaka dijaga, dirawat, dan dimuliakan, terutama dalam upacara Jamasan Pusaka setiap tahun.

Heirlooms (pusaka) hold a special place in the Javanese court tradition — not mere objects, but embodiments of inner power, history, and the spiritual bond between sovereign, ancestors, and people. Each heirloom is guarded, tended, and honoured, most of all during the annual Jamasan Pusaka cleansing ceremony.