Perjalanan
Mangkualaman The Journey of
Mangkualaman
Dari akar Pakualaman hingga masa depan kepangeranan From the Pakualaman roots to the future of the principality
Berdirinya Kadipaten Pakualaman Founding of the Pakualaman Principality
Paku Alam I, putra Hamengkubuwono I, mendirikan Kadipaten Pakualaman — satu dari empat istana kerajaan pewaris Kerajaan Islam Mataram, bersama Kasunanan Surakarta, Kasultanan Ngayogyakarta, dan Pura Mangkunegaran. Paku Alam I, son of Hamengkubuwono I, founded the Pakualaman Principality — one of the four royal courts descending from the Mataram Islamic kingdom, alongside Surakarta, Ngayogyakarta, and Mangkunegaran.
Wafatnya Paku Alam VIII Death of Paku Alam VIII
KGPAA Paku Alam VIII Al-Haj wafat pada 11 November 1998. Wafatnya menjadi titik awal sejarah panjang yang kelak melahirkan Kepangeranan Merdiko Praja Mangkualaman. KGPAA Paku Alam VIII Al-Haj passed away on 11 November 1998. His passing set in motion the long history that would eventually give rise to Kepangeranan Merdiko Praja Mangkualaman.
Deklarasi MATRA di Borobudur MATRA Declaration at Borobudur
KPH Wiroyudho (kelak Mangku Alam II) mendeklarasikan MATRA — Masyarakat Adat Nusantara — di Candi Borobudur, Magelang. Jaringan ini tumbuh menghubungkan lebih dari 267 kerajaan adat di seluruh Nusantara. KPH Wiroyudho (later Mangku Alam II) declared MATRA — Masyarakat Adat Nusantara — at Candi Borobudur, Magelang. The network grew to connect more than 267 traditional kingdoms across the archipelago.
Penobatan Mangku Alam I — Berdirinya Mangkualaman Coronation of Mangku Alam I — Mangkualaman Established
19 Februari 2020 — KPH H. Anglingkusumo dinobatkan sebagai KGPAA Mangku Alam I Al-Haj, menegaskan Kepangeranan Merdiko Praja Mangkualaman sebagai entitas yang berdiri sendiri. 19 February 2020 — KPH H. Anglingkusumo was crowned KGPAA Mangku Alam I Al-Haj, establishing Kepangeranan Merdiko Praja Mangkualaman as a distinct entity.
Perjanjian Pemisahan Formal Formal Separation Agreement
23 Agustus 2021 — perjanjian perdamaian bilateral resmi ditandatangani. Atas prakarsa KPH Wiroyudho, Mangkualaman dibangun kembali sebagai entitas tersendiri dan klaim Paku Alam X tidak lagi ditantang. 23 August 2021 — a bilateral peace agreement was formally enacted. At KPH Wiroyudho's initiative, Mangkualaman was re-established as its own entity and Paku Alam X's title was no longer contested.
Penobatan Mangku Alam II Coronation of Mangku Alam II
26 Januari 2022 — Mangku Alam I lengser karena sakit. KPH Adipati Wiroyudho dinobatkan sebagai KGPAA Mangku Alam II, penguasa interim hingga Putra Mahkota mencapai usia 21 tahun. 26 January 2022 — Mangku Alam I abdicated due to ill health. KPH Adipati Wiroyudho was crowned KGPAA Mangku Alam II, interim sovereign until the Crown Prince reaches age 21.
Festival Adat Nusantara I & II Nusantara Customary Festival I & II
MATRA menggelar Festival Adat Nusantara — FABN I di Klungkung, Bali (211 kerajaan Indonesia + 30 kerajaan internasional) dan FABN II di Borobudur, Magelang (264 kerajaan, delegasi Jepang & Brunei). MATRA held the Nusantara Customary Festival — FABN I in Klungkung, Bali (211 Indonesian + 30 international kingdoms) and FABN II in Borobudur, Magelang (264 kingdoms, with Japanese & Bruneian delegates).
Anugerah Kekerabatan Priangan Priangan Kinship Award
Di Yogyakarta, Mangkualaman menganugerahkan status kekerabatan kepada 20 tokoh dari Pangandaran dan Jawa Barat — memperluas jaringan persaudaraan adat ke wilayah Priangan. In Yogyakarta, Mangkualaman conferred kinship status upon 20 distinguished figures from Pangandaran and West Java — extending the customary kinship network into the Priangan region.
Penobatan Mangku Alam III Coronation of Mangku Alam III
Akan Datang UpcomingSesuai ketentuan transisi 2022, Mangku Alam II memerintah sebagai penguasa interim hingga Putra Mahkota — KGPH Prabu Mahaputra Narendra — mencapai usia 21 tahun dan dinobatkan sebagai KGPAA Mangku Alam III. Under the 2022 transitional arrangement, Mangku Alam II rules as interim sovereign until the Crown Prince — KGPH Prabu Mahaputra Narendra — reaches age 21 and is crowned KGPAA Mangku Alam III.