Sebanyak 264 utusan kerajaan, lembaga adat, dan suku seluruh Nusantara yang tergabung dalam Masyarakat Adat Nusantara (MATRA) serta perwakilan kerajaan dari mancanegara menghadiri Festival Adat Budaya Nusantara ke-II di kawasan Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah.
Acara ini digelar sebagai upaya memperkuat silaturahmi kerajaan dan lembaga adat, menggali potensi ekonomi, serta menunjukkan kepedulian pada ketahanan adat dan budaya Nusantara.
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo berharap melalui festival ini kekayaan Indonesia semakin dikenal dunia. Acara turut dihadiri pimpinan kerajaan dari Brunei Darussalam, Malaysia, Jepang, dan Thailand.
Ketua Dewan Pendiri MATRA sekaligus Ketua Panitia, Sri Paduka KGPAA Mangku Alam II, menjelaskan kumpulnya para raja dan ketua lembaga adat menjadi momen mendeklarasikan ketahanan adat budaya nasional agar terus kompak.
Ketua Umum DPP MATRA Andi Bau Malik Barammamase menyebut acara ini sebagai tanda raja dan sultan masih eksis untuk budaya adat di Nusantara, dengan harapan pemerintah memperhatikan masyarakat adat agar kebudayaan adat terus dilestarikan.
Festival Adat Budaya Nusantara pertama kali diadakan pada 17 Agustus, dengan Raja Klungkung Bali sebagai tuan rumah, dihadiri 211 utusan kerajaan dan belasan perwakilan mancanegara. Festival ke-III akan dilaksanakan di Sumatera Barat.
(Telah dimuat di Jawa Pos)
264 delegations of kingdoms, customary institutions, and tribes from across the archipelago united in Masyarakat Adat Nusantara (MATRA), along with foreign royal representatives, attended the 2nd Nusantara Cultural Festival near Candi Borobudur, Magelang, Central Java.
The event was held to strengthen ties between kingdoms and customary institutions, explore economic potential, and demonstrate care for the resilience of the archipelago’s customs and culture.
Central Java Governor Ganjar Pranowo hoped the festival would make Indonesia’s riches better known to the world. The event was also attended by royal leaders from Brunei Darussalam, Malaysia, Japan, and Thailand.
MATRA Founding Council Chair and committee head Sri Paduka KGPAA Mangku Alam II explained that the gathering of kings and customary leaders was a moment to declare national customary and cultural resilience and to stay united.
MATRA Chairman Andi Bau Malik Barammamase called the event a sign that kings and sultans still exist for the archipelago’s customary culture, hoping the government would attend to indigenous communities so customary culture continues to be preserved.
The Nusantara Cultural Festival was first held on 17 August, hosted by the King of Klungkung, Bali, attended by 211 royal delegations and a dozen foreign representatives. The third edition will be held in West Sumatra.
(As published in Jawa Pos)